1.554 Guru PPPK Paruh Waktu di SBD Terima SK, Momentum Hardiknas Jadi Titik Awal Perbaikan Pendidikan

Berita68 Dilihat

Gongsumba.com – Sebanyak 1.554 guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) akhirnya menerima Surat Keputusan (SK) yang telah lama dinantikan. Penyerahan dilakukan pada Sabtu, 2 Mei 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas), di Kantor Bupati SBD.

Momentum ini menjadi simbol penting bagi dunia pendidikan di SBD. Setelah menunggu selama kurang lebih dua bulan, para guru akhirnya memperoleh kepastian status yang selama ini menjadi harapan besar mereka.

Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla, secara langsung menyerahkan SK secara simbolis kepada perwakilan guru. Acara tersebut turut disaksikan oleh Sekretaris Daerah Etmundus N. Nau, unsur Forkopimda, pimpinan OPD, kepala sekolah, pengawas, serta ratusan guru yang hadir dengan penuh antusias.

Dalam sambutannya, Bupati Ratu Wulla menyampaikan apresiasi atas kesabaran dan dedikasi para guru selama proses penantian tersebut. Ia menilai, komitmen para guru adalah fondasi utama dalam membangun kualitas pendidikan di daerah.

“Penantian ini tentu tidak mudah. Namun kesabaran dan pengabdian bapak ibu guru menunjukkan bahwa pendidikan di SBD masih memiliki harapan besar,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penerimaan SK bukanlah akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Para guru diminta untuk meningkatkan kinerja, terutama dalam hal kedisiplinan dan profesionalisme.

“Guru harus menjadi teladan. Disiplin adalah kunci utama. Jangan sampai justru memberi contoh yang tidak baik bagi peserta didik,” tegasnya.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan disiplin, Pemkab SBD berencana menerapkan sistem absensi berbasis fingerprint di seluruh sekolah. Sistem ini diharapkan mampu mendorong kehadiran dan tanggung jawab guru secara lebih optimal.

“Kita akan terapkan fingerprint di sekolah-sekolah, sama seperti di kantor pemerintah daerah. Ini langkah konkret untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan,” tambahnya.

Bupati juga menyinggung tantangan besar yang akan dihadapi ke depan, khususnya dalam menyongsong bonus demografi tahun 2045. Menurutnya, peran guru sangat strategis dalam menyiapkan generasi unggul yang mampu bersaing.

“Kalau kita ingin daerah ini maju, maka pendidikan harus kita perkuat. Guru adalah ujung tombak dalam mencetak sumber daya manusia yang berkualitas,” katanya.

Penyerahan SK kepada 1.554 guru PPPK ini diharapkan menjadi titik awal transformasi pendidikan di Sumba Barat Daya. Dengan status yang lebih jelas, para guru diharapkan semakin termotivasi untuk bekerja secara profesional, berdedikasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan di daerah.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *