Bupati Ratu Wulla Kukuhkan Kelompok Tani di Wewewa Selatan, Dorong Kemandirian Pangan dan Kesejahteraan Warga

Berita41 Dilihat

GONGSUMBA.COM – Sumba Barat Daya, Bupati Sumba Barat Daya, Ratu Ngadu B. Wulla, menghadiri sekaligus mengukuhkan kelompok tani di Desa Mandungo dan Desa Tana Teke, Kecamatan Wewewa Selatan, pada Jumat, 24 April 2026.

Dalam sambutannya, Bupati Ratu Wulla menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas semangat para petani yang terus mengolah lahan dan merawat tanaman demi memenuhi kebutuhan keluarga.

Ia menegaskan bahwa tanah merupakan sumber kehidupan utama bagi masyarakat Sumba Barat Daya, menjadi tempat bertumbuhnya keluarga sekaligus fondasi masa depan generasi penerus.

Pengukuhan empat kelompok tani ini, lanjutnya, bukan sekadar formalitas, tetapi menjadi simbol harapan, kebersamaan, serta komitmen membangun masa depan desa yang lebih baik.

Kegiatan tersebut juga sejalan dengan visi Kabupaten Sumba Barat Daya, yakni terwujudnya daerah yang berkarakter, sehat, cerdas, berketahanan pangan, dan berbudaya dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

Ketahanan pangan, menurut Bupati, merupakan upaya untuk memastikan masyarakat mampu memenuhi kebutuhan pangan secara mandiri melalui hasil kerja dan usaha sendiri.

Ia menekankan bahwa petani memegang peranan penting sebagai garda terdepan dalam mewujudkan ketahanan pangan. Kesejahteraan keluarga petani diyakini akan meningkat apabila pengelolaan kebun dilakukan secara baik, produktivitas meningkat, serta akses pasar semakin terbuka.

Dalam kesempatan itu juga disampaikan Program Ekonomi Stabil Anak Penuh Harapan (ESAH), sebuah inisiatif dari Yayasan Selaksa Sejahtera (Yasera) yang bertujuan meningkatkan pendapatan rumah tangga petani sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan dasar anak, khususnya di bidang gizi dan pendidikan.

Adapun kelompok tani yang dikukuhkan meliputi Kelompok Tani Wee Kadoke, Kelompok Tani Uka Eri, Kelompok Tani Ege Ate, dan Kelompok Tani Beina Nduwa.

Bupati berharap pembentukan kelompok tani tidak hanya berdampak pada peningkatan ekonomi keluarga, tetapi juga berkontribusi terhadap pemenuhan gizi anak di desa.

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan dan semangat gotong royong dalam kelompok, karena keberhasilan akan lebih mudah dicapai melalui kerja sama dibandingkan bekerja secara individu.

Mengakhiri sambutannya, Bupati menegaskan agar kelompok tani tetap aktif, produktif, dan mandiri secara berkelanjutan, serta tidak hanya bersemangat pada saat pengukuhan semata. Ia menegaskan bahwa petani yang kuat akan melahirkan desa yang kuat, dan desa yang kuat akan membawa kemajuan bagi Sumba Barat Daya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pertanian Yohanes Frin Tuka, Kepala BPBD sekaligus Plt. Camat Wewewa Selatan Stefanus Malo, Pemilik MBG Wee Rena Theresia Abriana Talu, unsur Forkopincam, Kepala Desa Mandungo dan Kepala Desa Tana Teke, pengurus Yayasan Selaksa Sejahtera (YASERA), penyuluh pertanian, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta para anggota kelompok tani dan tamu undangan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *