GONGSUMBA COM.|| Puluhan Orang Mudah Katolik (OMK) Stasi St. Carolus Borromeus Rara Mata alias Stasi Rara Mata, menghendel perayaan liturgi Paskah dengan pentasan koor menggunakan suara natural, Minggu 5/04/2026.
Pemandangan ini menjadi suasana familiar di kalangan umat Rara Mata, menyaksikan setiap perayaan hari besar dengan tanpa iringan alat musik apapun.
Padahal banyak komoditi hasil bumi dari Stasi Rara mata berpotensi besar untuk berdikari secara finansial, tapi perhatian paroki seolah tidak melirik potensi ini.
Bahkan salah satu bangun gedung tua yang masih layak di gunakan, sengaja dibiarkan dan tidak urus oleh pihak paroki, seharusnya aset itu adalah bukti bisu jejak penyebaran agama serta telah berjasa membesarkan agama Katolik di wilayah Rara.
Walaupun di tengah keterbatasan itu, OMK Rara Mata tetap antusias menjalan persiapan Tri Hari suci dengan jiwa besar. Mulai dari pembersihan lingkungan gereja, penataan gereja, dan pembuatan api unggun.

Berdasarkan hasil wawancara langsung awak media kepada ketua OMK Maria Karmelia Malo, dirinya menyampaikan bahwa pihak OMK Rara mata sangat mengharapkan kerinduan akan kehadiran salah satu alat musik yaitu Keyboard, untuk bisa mengiringi perayaan ekaristi dan menambah nilai sakramental penghayatan iman yang mendalam bagi umat Stasi Rara Mata.
“kalau tentang alat musik kedepannya untuk stasi ini kami pengen dapat keyboard” Ucap Karmelia sosok humoris itu.
Lebih lanjut dirinya juga mengajak beberapa pemuda yang belum bergabung dalam OMK dan menyampaikan nilai plus ketika bergabung, menurut nya Organisasi Orang Muda Katolik (OMK) adalah sebuah wadah khusus organisatoris untuk para pemuda-pemudi katolik, yang digunakan sebagai ruang edukasi dalam menumbuhkan pribadi yang berspiritual Kristen Katolik sejati.
Tidak sampai disitu saja, dirinya menjelaskan dengan terperinci penting-nya OMK sebagai wadah pengembangan kompetensi diri bagi pemuda jaman ini, untuk tetap bertumbuh dalam iman melalui partisipasi aktif kegiatan gereja dan sosial.
Selanjutnya, menurut Romo Kris Dura, dirinya menerangkan bahwa peristiwa Paskah ini bukan sekedar mengenang, mengingat, dan merayakan-nya sebagai peristiwa masa lalu, tetapi sebagai umat Kristiani hendaknya mengaktualkan penderitaan, wafat, dan kematian Kristus itu sebagai penebusan dosa kita.
Lebih lanjut dirinya mengingatkan sakramental Prapaskah dan Paskah bukan sebagai Sebuah formalitas tetapi harus di rayakan sepenuh hati, serius, dan penghayatan yang konkrit dalam kehidupan sehari-hari.
Diakhir, dirinya juga mengapresiasi dan menyambut baik antusias parah OMK dalam menghandel perayaan liturgi misa Paskah Stasi Rara Mata ini. ***






