GONGSUMBA COM. || Sejumlah pemuda-pemudi Klasis Rara dini hari jam 3 subuh, melakukan pawai Obor dan ibadah fajar Paskah bersama menyongsong penyambutan hari puncak perayaan Paskah, Minggu (5/04/2026).
Gerakan inisiasi ini bertajuk tema “Pawai Obor dan Ibada Fajar Paskah”, dilakukan sebagai bentuk ekpresi iman yang amat mendalam saat memaknai hari kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.
Kegiatan pawai obor perdana ini, dicanang pada tanggal 23/03/2026, lalu direalisasikan pada hari. Serta diikuti oleh 5 Anggota Jemaat yang berpusat di Klasis GKS Weeteroma : mulai dari anggota pemuda Jemaat Doka Poddu, Jemaat Rara, Jemaat Ia Ate, Jemaat Puu Kadoke, Jemaat Weetombo. Jika di total akumulasi partisipan Ceromonial kurang lebih tembus angka 600 orang.

Menariknya pemantik keseruan pawai Obor sambil berjalan kaki, yang di mulai star dari GKS Pusat Weeteroma, sampai finis lapangan pasar Wee tombo. Diisi berbagai lagu pujian rohani , sehingga semakin menambah suasana refleksi Paskah yang lebih bermakna dan intuisi.
Berdasarkan hasil pantauan langsung awak media GONGSUMBA COM. ketika mewawancarai Yosafat Parengu, ketua Pemuda klasis Jemaat Rara dan sekaligus perancang dan penanggung jawab umum event tersebut.
Dirinya menyampaikan motivasi utama dilakukan gerakan rohani ini, sebagai bentuk ekspresi nyata dan suka cita iman parah pemudah, di tengah tantangan perkembangan jaman yang tidak menentu, menyebabkan beberapai nilai-nilai Kekristenan mulai tergerus.
“Ini ekspresi iman dan suka cita atas kebangkitan Yesus Kristus, ” Kata Yosafat Parengu sosok ketua klasik, yang telah menjalankan salah satu program kepengurusannya melalui pawai Obor bersama.
Tidak hanya itu, bagi-nya memaknai kesaksian iman pemuda-pemudi, harus dimulai sejak dini untuk di aktualisasikan secara nyata di Klasis Rara.
“Sebuah kesaksian iman bagi pemuda-pemudi Klasis Rara, ” Ucap Yosafat dengan penuh kewibawaan.
Selanjutnya, Onesimus Putu salah satu pengurus inti pemuda Klasis jemaat Rara, dengan posisi sebagai bendahara umum.
Dirinya juga menerangkan nilai plus dari event ini, sebagai bagian upaya membangun kordinasi dan konsolidasi antara stabilitas pengurus pusat klasis dan pengurus pemuda ke-5 jemaat. Sehingga kedepannya tetap bisa berkolaborasi melakukan gebrakan kegiatan yang lebih besar dan bermanfaat untuk pertumbuhan serta penguatan iman Kristen di tanah Rara.
Terang Onesimus Putu ” Bagus kegiatan ini antara pengurus pemuda pusat dan pengurus jemaat bisa saling akrab dan melakukan hal-hal besar kedepanya, “

Senada dengan itu Desembriani Hegi, selaku pendeta Jemaat Weetombo menerangkan secara utuh atas kegiatan yang dilaksanakan oleh pemuda-pemudi.
Dirinya menilai bahwa momentum pawai Obor bersama dimaknai sebagai “kebangkitan Yesus Kristus yang memberikan kehidupan yang baru, harapan yang baru, semangat yang baru, untuk terus mereka menjadi pemuda-pemudi Kristen yang bercahaya, memuliakan nama Tuhan memancarkan kasih Damai suka cita bagi orang disekitar-nya dan diri mereka sendiri”
Diakhir, Ibu Pendeta Desembriani, berkomitmen akan tetap mendukung antusiasme pemuda-pemudi dalam berbagai kegiatan penguatan kapasitas iman Kristen yang lebih kokoh lagi.***






