GONGSUMBA.COM – LETE KONDA SELATAN, Penghentian program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PRONA) di Dusun 03, tepatnya Kampung Welaka, Desa Lete Konda Selatan, menuai sorotan dan kekecewaan dari masyarakat setempat. Program yang bertujuan membantu warga dalam pengurusan legalitas tanah itu dihentikan secara tiba-tiba tanpa penjelasan yang jelas.
Warga menyebutkan bahwa program tersebut telah berjalan selama beberapa hari dan diikuti dengan antusias oleh masyarakat. Namun, di tengah proses yang masih berlangsung, kegiatan itu dihentikan secara sepihak oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Edi Laka.
Penghentian mendadak ini membuat masyarakat merasa dirugikan. Pasalnya, banyak warga yang telah mengeluarkan tenaga dalam proses administrasi, bahkan mengumpulkan sejumlah uang untuk keperluan pengurusan dokumen.
“Kami orang kecil sangat berharap program ini bisa membantu kami mendapatkan sertifikat tanah. Tapi sekarang malah dihentikan tanpa alasan yang jelas,” ungkap salah satu warga.
Selain itu, masih banyak bidang tanah di Dusun 03 yang belum sempat diproses. Hal ini semakin menambah kekecewaan masyarakat terhadap kebijakan yang dinilai tidak transparan.
Yang menjadi sorotan, setelah menghentikan kegiatan di Dusun 03, program PRONA disebut langsung dialihkan ke Dusun 02. Padahal, proses pendataan dan pengukuran tanah di Dusun 03 belum selesai sepenuhnya.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat. Warga mempertanyakan alasan pengalihan tersebut, mengingat masih banyak warga di Dusun 03 yang belum mendapatkan pelayanan.
Penghentian secara sepihak dan pengalihan mendadak ini dinilai mencurigakan oleh sebagian warga. Mereka mempertanyakan apakah terdapat permainan dari pihak-pihak tertentu yang ingin mengambil keuntungan dari situasi tersebut, meskipun belum ada bukti resmi yang menguatkan dugaan itu.
“Kami hanya ingin kejelasan. Jangan sampai kami yang kecil ini dipermainkan,” ujar warga lainnya.
Masyarakat berharap pemerintah daerah dapat turun tangan untuk menindaklanjuti persoalan ini. Mereka juga memohon perhatian dari Bupati, Ibu Ratu Wulla Talu, agar dapat memberikan kejelasan serta memastikan program PRONA berjalan adil dan merata bagi seluruh warga.***






