GONGSUMBA.COM || Diduga maraknya aksi pencurian hewan ternak membuat seorang pemuda dari Weekombak, turut prihatin menyesalkan kondisi keamanan di wilayah Weekombak, Kecamatan Wewewa Barat, Kabupaten Sumba Barat Daya, (19/04/2026).
Situasi ini telah menimbulkan kegelisahan dan ketakutan bagi para peternak hewan di wilayah Lolo Alle, pada umumnya Weekombak, khususnya hewan ternak kerbau dan kuda, yang juga memiliki nilai ekonomis cukup tinggi dalam budaya Sumba.
Dalam keterangannya kepada media ini, pemuda yang enggan disebutkan namanya menjelaskan bahwa dalam bulan ini sudah lima kerbau yang raib diambil pencuri. Dua ekor sudah ditemukan, tetapi harus membayar uang tebusan kepada pelaku pencurian sebesar Rp25 juta.
“Dalam bulan ini ada lima kerbau yang hilang. Dua sudah diambil kembali dengan jalan Pro Rp25 juta,” kata pemuda yang tidak disebutkan namanya.
Selanjutnya, pemuda itu menyampaikan bahwa satu kerbau belum ditemukan jejak keberadaannya, sedangkan dua ekor masih dalam proses pencarian oleh pihak korban.
“Satu kerbau belum ditemukan, sementara dua lainnya masih dalam proses pencarian. Sampai sekarang pelaku belum diketahui identitasnya,” ucap kesal pemuda itu saat menjelaskan.
Hingga hari ini, beberapa kerbau belum ada tanda-tanda letak posisi keberadaannya yang disembunyikan oleh pelaku pencurian hewan tersebut.
Naasnya, kejadian ini telah menyebabkan kerugian finansial puluhan juta rupiah bagi pihak pemilik hewan, yang notabene bermata pencaharian sebagai petani tradisional dengan sumber pendapatan tambahan dari hewan-hewan tersebut.
Di akhir, pemuda tersebut secara tegas meminta aparat kepolisian Sumba Barat Daya meningkatkan patroli penjagaan, terutama pada malam hari, untuk mencegah kejadian serupa terulang. Apalagi wilayah Weekombak berbatasan langsung dengan wilayah Kodi dan Rara, yang dihumorkan menjadi gerbang peredaran hewan gelap selama ini.
“Saya minta kepolisian menjalankan patroli malam setiap hari. Kalau tidak, saya yakin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bersama,” tegasnya.***






