Nakes NTT Di Sindir Keras “Perawat Muka Asam Itu Berbahaya Kesembuhan Pasien”

Gongsumba. Com – Ucapan pedas datang dari Gubernur NTT Melkianus Laka Leda, menilai etos kerja tenaga medis yang sering di jumpai masyarakat kurang baik, berparaskan muka asam, dan tidak mengedepankan sikap humanisme kepada parah pasien yang lebih koperatif.

Hal ini telah, mengundang komentar oleh orang nomor 1 NTT ini, berdasarkan kutipan yang di langsir dari Infolabuanbajo, Melkianus laka Lena, menilai adanya penerapan etika kerja yang keliru di lapangan oleh tenaga medis.

“Kualitas perawat menentukan kualitas pelayanan kesehatan di republik ini. Jangan sampai perawat ‘muka asam’, itu berbahaya bagi kesembuhan pasien,” kata Melkianus Laka Lena, saat memberikan kuliah umum dalam kunjungan kerja di STIKES St. Elisabeth Maumere, Kabupaten Sikka, Kamis, 12 Februari 2026.

Gubernur NTT Melki Laka Lena, berfoto bersama dengan mahasiswa, seusai kuliah umum di STIKES St. Elisabeth

Lebih lanjut Melkianus Laka Lena, mengharapkan agar para tenaga medis mengedepankan sikap kemanusiaan dalam pelayanan, seperti yang di contohkan oleh mantan Gubernur NTT, dengan menyebutkan kalimat familiar beliau dan sekaligus pesan bagi parah tenaga medis di NTT.

“Perlakukanlah pasien seperti saudara sendiri. Tugas kesehatan adalah tugas kemanusiaan yang mendatangkan kebahagiaan,” ujar Melkianus Laka Lena, sambil menyebutkan kutipan, Ben Mboi.

Di akhir, dirinya menilai bahwa menjadi tenaga medis memiliki peluang besar untuk menitih karir jauh lebih mudah di luar negeri, ketimbang menjadi seorang ASN. Sebut saja negara Jepang, Korea, dan Eropa lainya berminat merekrut perawat Indonesia dalam lembaga resmi Caregiver. Yang mana selaras diucapkan oleh Presiden Prabowa dalam beberapa acara resmi menyampaikan sambutan nya.“

“Ada kebutuhan besar tenaga perawat secara global. Jangan hanya bermimpi menjadi pegawai negeri sipil. Kalian bisa menjadi caregiver di kota besar atau bekerja di luar negeri,” tandas  tutup Melki. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *