ZIARAH KKI DAN LEGIO MARIA PAROKI WAIKABUBAK KE GUA MARIA RABEGAGA

Berita154 Dilihat

Sebagai wujud devosi kepada Bunda Maria pada hari Rabu (27/5/2026) bertepatan dengan umat muslim merayakan Hari Raya Idul Adha (libur) Kelompok Kerahiman Ilahi dan Legio Maria Paroki St. Petrus dan Paulus Waikabubak mengadakan ziarah ke Gua Maria di Rabegaga, Paroki St. Arnoldus Yansen Tambolaka, Sumba Barat Daya, NTT; juga peziarah dari paroki-paroki lain dalam wilayah Keuskupan Weetebula.
​Ziarah dihadiri pula para pembimbing Rohani Legio Maria dari beberapa paroki dari wilayah Keuskupan Weetebula, dengan perayaan ekaristi oleh para imam konselebran, dan sebagai selebran utama Pater Ferdi Ganti, SVD dari Paroki Tambolaka. Dalam korbahnya Pater Ferdi menyampaikan bahwa Legioner Maria belajar dari kesetiaan Bunda Maria ketika berdiri di bawah kaki salib Puteranya, ia berperan sebagai Bunda Gereja kendati ia sedang berduka karena Puteranya wafat di kayu salib tetapi menerima tugas berat : “Ibu, lihatlah , anakmu!” Karena itu meskipun sudah ada tugas utama harus merangkap lagi menyangkut tugas Gereja. (Injil Yohanes 19 : 25-27).
​Dalam ziarah hadir Komisium Bintang Timur Sumba dengan Pembimbing Rohani Rm. Konstantinus Nggajo. Ketuanya Anastasia Rambu Leki. Jenjang di bawah Komisium disebut Kuria setiap paroki, di bawah Kuria disebut Presidium. Pembimbing setiap Presidium disebut Asisten Pembimbing Rohani bisa pastor atau suster. Ziarah ini dihadiri oleh seluruh Komisium Sumba sebagai Program Tahunan Komisium. ​​​​​​​​​​Selain Paroki Waikabubak, antusias juga peziarah dari paroki-paroki dari Sumba Tengah, selain itu dari paroki : Tana Mali Lamboya, Elopada, Gollu Sapi, Weekombak, Waimangura, Weetebula, Kererobbo, Tambolaka, Ande Ate, Mangganipi, Homba Karipit, Waipadi. Ibu Kristina Walu ketika dimintai tanggapannya tentang semangat Legio Maria di Sumba, ia mengatakan perkembangannya sangat pesat karena banyak umat tertarik bergabung. Juga peran nyata Legio Maria sangat membantu di paroki-paroki. Bapak Eko Kuntjoro dari Paroki Waikabubak yang mengikuti ziarah , ketika dimintai tanggapannya menjawab singkat “di pelataran ziarah penuh sesak dengan pengunjung yang antusias”.​
​Ibu Anastasia Rambu Leki, S.TP dari Legio Maria Paroki Waikabubak saat dimintai tanggapannya tentang Legio Maria, menjelaskan bahwa Legio Maria adalah organisasi awam Katolik Sedunia yang melaksanakan pelayanan Gereja secara sukarela. Anggota Legio Maria disebut Legioner. Awalnya menjadi Legioner kisah Ibu Anastasia ia berpikir bahwa Legio Maria adalah kelompok kategorial biasa yang sama dengan kelompok ketegorial lainnya. Namun setelah ia menjalaninya ternyata Legio Maria bukan kelompok kategorial biasa, melainkan merupakan sebuah organisasi kerasulan awam bertujuan untuk kemuliaan Allah melalui pengudusan anggotanya. Karena inti kegiatannya : doa, kerjasama aktif dan karya nyata kerasulan Maria untuk menyebarluaskan karya keselamtan Allah.
​Lanjut Ibu Anastasia dengan ia menjadi anggota Legioner ia akhirnya paham dan yakin bahwa tidak mungkin sampai kepada Yesus Sang Juru Selamat apa yang kita minta tanpa melalui perantaraan Bunda Maria. Di samping itu, Legio Maria memiliki struktur hirarki organisasi yang kuat dari tingkat lokal sampai tingkat internasional, yaitu Presidium di tingkat akar rumput, Kuria yang membawahi beberapa Presidium. Selain itu Komisium yaitu Dewan tingkat wilayah keuskupan, dan Senatus yaitu Dewan tingkat regional. Di setiap tingkatan stuktural didampingi oleh Pastor Pendaming. Struktur organisasi seperti inilah yang memungkinkan tata kerja, koordinasi dan komunikasi Legio Maria berjalan secara efektif dan efisien.
​Yang membuat Ibu Anastasia benar-benar jatuh hati dengan Legio Maria karena spiritualitasnya yang menekankan keteladanan anggotanya, kerendahan hati, ketaatan, dan kesucian Bunda Maria. Untuk itu Ibu Anastasia mengajak kita semua terutama kawula muda, agar mari bergabung dalam komunitas Legio Maria, karena dengan menjadi Legioner kita akan membawa Yesus di tengah-tengah dunia, terutama bagi mereka yang membutuhkan pelayanan spiritual dan jasmani.
​Sekilas tentang Legio Maria adalah organisasi kerasulan awam Katolik yang didirikan di Dublin, Irlandia pada 7 September 1921 oleh Frank Duff. Organisasi ini bertujuan menguduskan anggotanya melalui doa dan karya cinta kasih, serta menjadikan Bunda Maria sebagai teladan dan pelindung spiritual. Awal mula Legio Maria lahir dari inisiatif Frank Duff dan 13 wanita muda yang berkumpul untuk berdoa Rosario bersama di Myra House, Francis Street, Dublin. Mereka awalnya mengadakan pertemuan untuk membaca buku rohani dan merencanakan kunjungan ke rumah sakit. Nama Organisasi Legio Maria mengadopsi nama “Legio” (Legiun Romawi) karena mereka melihat diri sebagai bala tentara Maria yang berjuang melawan kejahatan melalui doa dan karya belas kasih. Di Indonesia, Legio Maria pertama kali masuk pada tahun 1951 di Jakarta dan kini telah berkembang luas di berbagai keuskupan. ***​ Proficiat Legio Maria.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *