Arung Jeram Dikira Resmi Dikembangkan, Bupati Ratu Wulla Dorong SBD Jadi Destinasi Wisata Alam Unggulan

Berita60 Dilihat

Pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan sektor pariwisata berbasis alam. Salah satu langkah konkret ditandai dengan terjalinnya kerja sama antara Pemkab SBD dan PT Sumba Dikira Rafting untuk mengembangkan wisata arung jeram di Desa Dikira, Kecamatan Wewewa Timur, Jumat (1/5/2026).

Bupati SBD, Ratu Ngadu Bonu Wulla, bersama jajaran pemerintah daerah turun langsung menjajal wahana arung jeram tersebut. Kegiatan ini menjadi simbol keseriusan pemerintah dalam memastikan potensi wisata ini layak dikembangkan sekaligus aman bagi pengunjung.

Dengan menyusuri aliran sungai yang deras dan menantang, rombongan merasakan langsung sensasi petualangan yang ditawarkan Desa Dikira. Antusiasme terlihat jelas, mencerminkan optimisme besar terhadap masa depan destinasi ini sebagai ikon wisata baru di wilayah Sumba.

Dalam keterangannya, Bupati Ratu Wulla menegaskan bahwa kehadiran wisata arung jeram ini merupakan langkah strategis yang tidak hanya memperkaya pilihan destinasi wisata, tetapi juga menjadi peluang besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat lokal. Ia menilai, pengembangan wisata berbasis alam seperti ini mampu membuka lapangan kerja baru serta mendorong pertumbuhan usaha mikro di sekitar kawasan wisata.

Lebih dari itu, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan, terutama sungai yang menjadi daya tarik utama. Menurutnya, keberlanjutan destinasi wisata sangat bergantung pada kesadaran bersama dalam merawat alam.

Kerja sama ini kemudian diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Pemkab SBD dan pihak pengelola, sebagai bentuk komitmen jangka panjang dalam pengembangan wisata arung jeram di Desa Dikira.

Dengan potensi alam yang masih asri dan belum banyak tersentuh, Desa Dikira diyakini memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu destinasi unggulan di Nusa Tenggara Timur. Kehadiran wisata arung jeram ini pun diharapkan menjadi pintu masuk bagi pengembangan sektor pariwisata lainnya di Sumba Barat Daya, sekaligus memperkuat daya tarik daerah di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *