Dr. Muhammad Ridha Haykal Amal Resmikan Kerja Sama Strategis UNMARIS dengan Kementerian PDT

GONGSUMBA.COM || Universitas Stella Maris (UNMARIS) Sumba menerima kunjungan kehormatan dari Dr. Muhammad Ridha Haykal Amal, SH., MH, Direktur Penyerasian Pembangunan Daerah Khusus pada Direktorat Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal, Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, pada Kamis, 12 Maret 2026.

Kedatangan beliau tidak hanya menjadi momen seremonial biasa, melainkan sebuah peristiwa penting yang membuka jalan pemikiran baru bagi seluruh Civitas Academica UNMARIS.

Kehadiran seorang praktisi dan pembuat kebijakan dari tingkat pusat memberikan perspektif nyata tentang bagaimana dunia akademis dapat berkontribusi langsung dalam upaya percepatan pembangunan di daerah tertinggal, khususnya di Pulau Sumba.

Diskusi yang berlangsung hangat dan interaktif antara Dr. Muhammad Ridha Haykal Amal dengan para dosen dan mahasiswa menjadi suntikan semangat untuk terus berinovasi dan mengabdi bagi kemajuan daerah.

Dr. Muhammad Ridha Haykal Amal dikenal sebagai sosok dengan kiprah luas di pemerintahan pusat dan dunia pendidikan.

Sebelum menjabat sebagai Direktur Penyerasian Pembangunan Daerah Khusus, beliau adalah Direktur Pengembangan Produk Unggulan Daerah Tertinggal yang aktif mendorong ketahanan pangan dan pemberdayaan ekonomi desa di berbagai daerah seperti Kabupaten Langkat dan Deliserdang.

Pose Penyerahan (Memorandum of Understanding/MoU) Ibu Agustina Purnami Setiawi, M.Pd selaku Plt Rektor UNMARIS dengan di saksikan oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan, Dra. Lidia Dunga Poety, M.M.

Pengalaman beliau juga mencakup kolaborasi internasional yang intensif, terbukti dari keterlibatannya sebagai narasumber dalam Pengabdian Kepada Masyarakat Internasional Indonesia-Malaysia yang menggandeng Angkatan Koperasi Kebangsaan Malaysia Berhad (ANGKASA) dan Manipal International University Malaysia.

Lebih strategis lagi, pada Februari 2026, Dr. Ridha Haykal Amal memimpin International Meeting Penyerasian dengan Institut Koperasi Malaysia (IKM) di Bandung untuk memperkuat kerja sama hilirisasi produk unggulan desa melalui koperasi lintas negara.

Dalam kapasitasnya sebagai Ketua Koperasi ASEAN, beliau memiliki visi besar untuk menjadikan koperasi sebagai badan hukum yang kredibel dan transparan, serta mendorong transformasi koperasi agar mampu bersaing di era global dan ekonomi digital.

Komitmennya dalam menjalin kolaborasi dengan dunia pendidikan juga terlihat dari berbagai audiensi dengan perguruan tinggi untuk mewujudkan program Kampus Berdampak yang mendukung swasembada pangan dan pemberdayaan desa tertinggal.

Puncak dari kunjungan bersejarah ini adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) antara UNMARIS dan Direktorat Jenderal Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal.

Naskah kesepahaman tersebut ditandatangani secara resmi oleh Dr. Muhammad Ridha Haykal Amal, SH., MH dan Ibu Agustina Purnami Setiawi, M.Pd selaku Plt Rektor UNMARIS.

Suasana diskusi yang berlangsung hangat dan interaktif antara Dr. Muhammad Ridha Haykal Amal dengan para Dosen dan Mahasiswa UNMARIS.

Kerja sama strategis ini menjadi landasan formal bagi kedua belah pihak untuk bersinergi dalam berbagai bidang, seperti penelitian terapan, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan daerah, serta program magang dan studi independen bagi mahasiswa.

Lebih dari itu,Dr. Muhammad Ridha Haykal Amal membukakan jalan bagi UNMARIS untuk terhubung dengan jaringan yang lebih luas, mengingat pengalaman dan relasi beliau dalam menjalin kolaborasi dengan beberapa kampus di Malaysia dan Vietnam.

Hal ini membuka peluang internasional yang sangat berharga bagi UNMARIS untuk mengembangkan program pertukaran mahasiswa, riset kolaboratif, dan penguatan kapasitas institusi dalam skala global.

Penandatanganan MoU ini disambut antusias oleh pimpinan dan seluruh sivitas akademika UNMARIS, yang melihatnya sebagai sebuah pengakuan terhadap potensi UNMARIS sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembangunan sumber daya manusia dan pengembangan ilmu pengetahuan yang aplikatif di Sumba.

Civitas academica optimis bahwa keahlian akademis yang dimiliki UNMARIS dapat berpadu dengan program-program prioritas kementerian untuk menciptakan solusi inovatif bagi tantangan pembangunan di daerah tertinggal, mewujudkan harapan akan berbagai peluang baru yang dapat diraih melalui kolaborasi ini menuju Indonesia yang lebih maju dan berkeadilan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *