Program MBG di Sumba,Dugaan Gunakan Ayam Beku dari Luar.Peternakan Lokal Terpinggirkan dan Lakukan Penolakan Keras

Berita58 Dilihat

 

GONGSUMBA.COM – Ada sejumlah bangunan program MBG di wilayah Sumba telah beroperasi untuk meningkatkan Gizi parah anak anak sekolah menunjang pendidikan dasar, Program MBG yang sudah berjalan selama ini sangat bagus namun dalam perjalanan waktu ada banyak kejadian yang di alami oleh anak didik akibat keracunan makanan yang di layani dari MBG.Sebut saja di SBD sudah terjadi keracunan dari pelayanan makanan, lalu sekarang ini lagi viral di Kabupaten Sumba Tengah tiga hari yang terlewatkan keracunan makanan bergizi gratis dialami sekitar 100 lebih anak sekolah mengalami keracunan akibat dugaan dari daging ayam yang sudah lama di konsumsi.melihat persoalan ini yang sering terjadi pada anak sekolah yang memicu timbulnya berbagai spekulasi dari berbagai warga terhadap makanan yang di siapkan oleh pelaku dapur MBG menuai persoalan yang telah terjadi di tengah masyarakat.

Sorotan sorotan keras dari para peternak lokal sebut saja inisial BD,J,R,BJ,masih banyak lagi nama nama peternak ayam saat bertemu(28,29 &30/4/2026)Pasalnya, dalam pelaksanaan program tersebut dugaan lebih memilih menggunakan ayam beku dari luar daerah dibandingkan memberdayakan hasil ternak masyarakat setempat.

Sejumlah peternak mengaku kecewa karena tidak diberi ruang untuk berpartisipasi dalam program tersebut. Padahal, sebelumnya pemerintah daerah telah mendorong penggunaan produk lokal guna meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Kami tidak bisa bersaing karena tidak ada transparansi harga. Tiba-tiba standar harga 55-60 ribu per kilogram ditetapkan, tapi harganya terlalu rendah dan tidak masuk akal,” ungkap salah satu peternak.

Menurut mereka, harga yang ditawarkan dalam program MBG berada di bawah biaya produksi. Hal ini membuat peternak merugi jika tetap memaksakan diri untuk mengikuti skema yang ada,lebih baik kita jual bulat di masyarakat lebih baik dari pada kita jual di dapur MBG sangat rugi,belum lagi bayar orang yang bersihkan lalu bagaimana kita dapat apa,kata inisial BD dengan rasa kecewa.

Selain itu, standar yang ditetapkan juga dinilai tidak sesuai dengan kondisi peternakan lokal. Program MBG disebut lebih mengutamakan ayam dengan berat besar, sementara sebagian besar peternak di Sumba hanya mampu menghasilkan ayam dengan bobot rata-rata sekitar 1,5 kilogram sesuai saya beli kebutuhan masyarakat lokal.

“Kami ini bukan tidak mampu, tapi kondisi di lapangan berbeda. Ayam lokal tidak bisa dipaksakan seperti standar industri besar,” tambahnya.

Lebih lanjut, para peternak menilai adanya indikasi sistem yang tidak terbuka, bahkan terkesan dimonopoli oleh pihak tertentu. Hal ini semakin mempersempit peluang bagi peternak lokal untuk terlibat.

Di sisi lain, penggunaan ayam beku dari luar daerah juga menimbulkan kekhawatiran, baik dari segi kualitas maupun dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.

Para peternak berharap pemerintah daerah dan pengelola program MBG dapat melakukan evaluasi menyeluruh. Mereka meminta adanya transparansi harga, penyesuaian standar, serta komitmen nyata untuk memprioritaskan produk lokal.

“Kami hanya ingin diberi kesempatan yang adil. Kalau sistemnya seperti ini, kami terpaksa mundur dari kerjasama,”lalu semua peternak ayam bersepakat tegas menolak pemasukan ayam beku dari luar daerah SBD secara umum Sumba,jika pemerintah tidak melihat kondisi ini peternak akan melakukan demo besar besaran.tandasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak pengelola program MBG terkait alasan penggunaan ayam beku dari luar daerah.namun beberapa waktu belum lama ini media mencoba komunikasi ingin kerjasama mengenai pemasukan daging ayam lokal terhadap pemilik dapur MBG di salah satu daerah Waitabula media ini masih sembunyi kan namanya pemilik ketika itu hanya mematok harga per kg 50,55 dan terakhir karena di desak oleh media pemilik nya menyampaikan per kg 60 rb.berdasarkan pernyataan memberikan harga seperti itu jelas apa yang di soroti masyarakat umum dan peternakan lokal terhadap peternak
umum dan petterhadap dapur MBG sangat di pastikan mendatangkan daging ayam beku.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *