BULAN MARIA DIRAYAKAN DI PAROKI WAIKABUBAK

HUKRIM, REGIONAL9 Dilihat

Gonngsumba.com – Bulan Mei ditetapkan sebagai Bulan Maria dalam tradisi Gereja Katolik untuk menghormati Maria sebagai Bunda Allah dan pemberi kehidupan. Tradisi ini berakar dari abad XIII, dipopulerkan oleh Yesuit pada 1700-an, dan dikukuhkan secara universal oleh Paus Pius XII pada tahun 1945.
​Dengan demikian umat Katolik Paroki St. Petrus dan Paulus Waikabubak pun turut mendedikasikan bulan ini untuk devosi, doa rosario, diawali dengan perayaan ekaristi ketika senja, Jumat (1/5/2026) di gereja Paroki Waikabubak, dipimpin RD. Yeremias Nazuli Aquino, dimeriahkan koor Legio Maria dan Kelompok Kerahiman Ilahi, dengan dirigen Erin Monteiro, organis Dion Mesa.
​Romo Jery demikian ia biasa disapa dalam kotbahnya menyampaikan bahwa berbicara tentang figur Bunda Maria yang sangat murni, ia figur dikisahkan dalam kitab suci baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Orang lebih suka berbicara tentang Tuhan ketimbang Maria yang melahirkan Yesus yang adalah Allah.Namun Maria dalam menanggapi rencana Allah membuka hatinya berperan membantu untuk keselamatan umat manusia, di mana Maria yang penuh rahmat itu hanya diberikan Allah kepadanya; tidak kepada yang lain. Maria adalah kepala orang-orang kudus, figur yang dihormati bukan disembah.
​Lebih lanjut RD. Jery menyampaikan bahwa devosi umat kepada Maria tidak sebatas sampai pada diri Maria saja, melainkan sampai kepada Allah. Bagaimana kisah ketika ada pesta di Kana tuan pesta kehabisan anggur, Maria menyampaikan kepada orang-orang yang hadir saat itu “buatlah apa yang Ia perintahkan !” Dan, Yesus dengan kuasa-Nya sebagai Putera Allah mendengarkan permintaan Bunda-Nya : mengubah air menjadi anggur, hingga orang minum sampai puas, dengan demikian tuan pesta tidak kehilangan muka. Pada perayaan ekaristi (1/5/2026) itu bertepatan Jumat pertama , diadakan adorasi pentaktaan sakramen maha kudus, dan perarakan umat menuju gua Maria di depan pelataran paroki.
​Pada setiap bulan Mei umat Katolik berdevosi kepada Maria dengan doa rosario atau ziarah, suatu momentum merasakan cita rasa Maria sebagi Bunda Allah. Namun terkadang mungkin saja terjadi ada umat tertentu yang tidak menerima doa rosario di rumahnya dengan berbagai alasan ini dan itu. Bisa jadi ada orang tekun berdoa dengan perantaraan Bunda Maria untuk intensi tertentu (misalnya : PNS,P3K) disampaikan kepada Allah Bapa, setelah intensinya dikabulkan , reduplah kehidupan rohaninya. Ada yang doanya dikabulkan sampai menangis histeris terisak-isak. Bersikaplah yang wajar-wajar saja pinta RD Jery. Doa yang tulus dari umat yang disampaikan kepada Allah melalui Bunda Maria pasti dikabulkan di mana Maria berperan sebagai pengantara abadi antara manusia dengan Tuhan.
​Sejarah dan latar belakang akar tradisi (abad XIII) menjadikan bulan Mei sebagai bulan Maria. Mei dipilih secara simbolis mewakili kehidupan baru, pertumbuhan dan kesuburan, yang relevan dengan Maria sebagai pembawa “Sang Sumber Kehidupan”, Yesus Kristus. Imam-imam Yesuit berperan besar mempopulerkan devosi bulan Mei pada sekitar abad XVIII sebagai bentuk penghormatan khusus. Kemudian pengukuhan resmi devosi ini semakin kuat secara universal setelah Paus Pius IX menetapkan dogma Maria Dikandung Tanpa Noda pada tahun 1854. Paus Pius XII mengukuhkan Mei sebagai bulan Maria pada tahun 1945.
​Makna dan praktik devosi : 1) Bulan Maria dan Bunda Allah : Bulan Mei adalah waktu khusus bagi umat untuk merenungkan peran Maria dalam karya keselamatan. 2) Praktik Umat : Selama Mei , umat Katolik melakukan devosi, seperti berdoa Rosario, mengadakan novena (doa 9 hari), ziarah ke tempat suci Maria, dan meletakkan bunga di depan patung Bunda Maria. 3) Hubungan dengan Musim Semi : Di belahan bumi utara, Mei adalah musim semi, yang melambangkan kehidupan baru dan bunga-bunga indah, menggambarkan Maria sebagai “bunga paling indah dalam taman Allah”. Selamat berdevosi kepada Bunda Maria umat Paroki St. Petrus dan Paulus Waikabubak. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *