PERESMIAN KANTOR KSP KOPDIT PINTU AIR CABANG WAIKABUBAK

Berita349 Dilihat

GONGSUMBA.COM || Peresmian Kantor KSP Kopdit Pintu Air Cabang Waikabubak (19/6/2026) diawali perayaan ekaristi dipimpin Romo Yustin dari Paroki Santo Petrus dan Paulus Waikabubak. Kemudian dilanjutkan peresmian oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat , Drs. Imanuel M.Anie, M.Si, mewakili Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH.

Romo Yustin dalam kotbahnya menjelaskan refleksi tentang pintu dilihat sebagai sarana kita bisa masuk ke dalamnya sebagai pemilik rumah, atau mempersilahkan tamu masuk. Yang tidak masuk melalui pintu biasanya pencuri.

Gambaran penting yang perlu kita sadari bahwa Yesus mengetuk pintu tanpa gagang dari luar rumah menunggu kita membukanya dari dalam. Hal tersebut menggambarkan bahwa dalam kehidupan nyata Tuhan setiap saat mengetuk pintu hati kita, masuk dalam kehidupan kita, namun bisa saja kita enggan membukanya.

Lanjut Romo Yustin hari ini adalah karya baru peresmian pelayanan KSP Kopdit Pintu Air yang memberikan kehidupan, memberikan kelegaan karena dahaga kepada kita, bukan pintu kosong. Perwujudan karya baik itulah berkat sebagaimana motto Pintu Air : ”Saya susah engkau bantu, engkau susah saya bantu”.

Melakukan tindakan kasih mewujudkan karya kebaikan dengan segenap hati. Kumpulkan kebaikan yang sebanyak-banyaknya melalui pelayanan kita sebagai suatu keutamaan bekerja dan berkarya bersama Tuhan.

Tema misya syukur peresmian Kantor Pintu Air : “Aku menjadikan diriku hamba semua orang supaya aku boleh memenangkan sebanyak mungkin orang” (1 Korintus 9:19), menjadi inspirasi bagi pertumbuhan dan perkembangan KSP Kopdit Pintu Air di Sumba Barat.

Usai perayaan ekaristi yang dimeriahkan koor Orang Muda Katolik dari Lingkungan Kampung Sawah dengan dirigen Ririn Naisaban , dilanjutkan dengan sambutan-sambutan.

Ketua Pengurus Pusat KSP Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano saat sambutan menyampaikan bahwa kehadiran KSP Kopdit Pintu Air Cabang Waikabubak sebagai simbol komitmen langkah awal beri pelayanan berkualitas kepada anggota, dengan fasilitas memadai dan di tempat strategis dapat memberi kontribusi bagi kepentingan masyarakat.

Aset KSP Pintu Air keseluruhannya telah mencapai 2,7 triliun dengan jumlah anggota sekarang 507.153 orang. Menurut Yakobus KSP Kopdit Pintu Air cikal bakalnya dari arisan keluarga terdiri dari 50 orang anggota dirintis pada tanggal 1 April 1995 di Kampung Rotat, Desa Ladogahar, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, NTT, kemudian dibentuklah koperasi yang eksis hingga saat ini.

Ia pun bercerita pernah bekerja di toko, kemudian di BRI sebagai karyawan dan dipercayakan sebagai kepala unit di Kecamatan Bola, Kabupaten Sikka. Waktu itu belum ada kantor sehingga harus menyewah rumah orang. Ia pun mengingatkan “jangan minta apa pun pada orang, tetapi bekerja keras dengan sungguh-sungguh” pintanya , kemudian ia berkecimpung di dunia perkoperasiaan sampai saat ini.

Drs.Imanuel yang meresmikan KSP Kopdit Pintu Air, membacakan sambutan bupati yang isinya antara lain : atas nama Pemerintah Kabupaten Sumba Barat menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya serta selamat atas diresmikannya gedung kantor baru di Jalan Sudirman, Kelurahan Kampung Sawah , Kecamatan Kota Waikabubak.

Kehadiran kantor yang representatif ini merupakan bukti nyata dari komitmen, loyalitas, dan dedikasi KSP Kopdit Pintu Air dalam memperluas jangkauan pelayanan dan mendekatkan akses keuangan yang sehat bagi masyarakat di tanah Pada Eweta Manda Elu tercinta ini.

Perkembangan ekonomi daerah saat ini dihadapkan pada berbagai tantangan regional dan global yang dinamis. Berbagai isu ekonomi, fluktuasi harga kebutuhan pokok, serta tantangan di sektor domestik menuntut masyarakat untuk memiliki ketahanan finansial yang kuat.

Berbagai tantangan tersebut mempengaruhi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), pertanian, serta ekonomi kreatif yang merupakan pilar utama penopang kesejahteraan di Kabupaten Sumba Barat.

Kita pun tidak boleh menutup mata terhadap tantangan struktural yang dihadapi oleh para pelaku usaha mikro kita : keterbatasan modal usaha, minimnya jaringan pasar, serta rendahnya literasi keuangan.

Kendala ini kerap kali dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, seperti maraknya praktik rentenir dan fenomena pinjaman online (Pinjol) ilegal. Fenomena ini bukannya memberi solusi, melainkan justru menjadi perangkap sosial ekonomi baru, perangkap hutang yang mencekik dan menghancurkan masa depan ekonomi keluarga di Kabupaten Sumba Barat.

Dalam hubungan tersebut menurut Bupati Sumba Barat, Yohanis Dade, SH, bahwa kehadiran dan peran strategis KSP Kopdit Pintu Air Cabang Waikabubak sangat dinantikan. Koperasi sebagai sokoguru perekonomian nasional harus mampu hadir sebagai jembatan dan solusi membuka akses keuangan bagi masyarakat.

Bupati Yohanis berharap agar lembaga Pintu Air dikelola dengan profesionalisme yang tinggi, transparan, akuntabel, serta mengedepankan asas kebersamaan dan gotong royong yang menjadi roh dari koperasi. Jaga kepercayaan masyarakat dengan memberikan pelayanan yang tulus dan kooperatif serta memberikan manfaat yang berdampak terhadap kehidupan ekonomi masyarakat.

Bupati pun menggaungkan sebuah ajakan penting kepada seluruh lapisan masyarakat, yaitu gerakan gemar menabubung . Menabung bukan sekedar menyisihkan sisa pendapatan, melainkan sebuah komitmen dan tindakan sadar untuk membangun benteng perlindungan ekonomi keluarga di masa depan.

Kita tidak pernah tahu kapan tantangan hidup atau kebutuhan mendesak seperti biaya pendidikan anak dan modal usaha serta dalam menghadapi sakit penyakit yang bisa terjadi terhadap siapa saja. Dengan membangun budaya menabung yang konsisten melalui koperasi, kita sedang menanam benih kesejahteraan bagi gererasi yang akan datang. Juga membuka akses masyarakat untuk menjangkau lembaga-lembaga ekonomi dan keuangan formal yang ada saat ini.

Bupati mengajak anggota koperasi memanfaatkan fasilitas yang ada secara bijak dan bertanggung jawab. Hak anggota untuk mendapatkan pelayanan permodalan harus diimbangi dengan pemenuhan kewajiban. Koperasi ini hidup dari modal bersama, dari uang yang dikumpulkan oleh semua anggota.

Ketika mendapat modal pinjaman usaha,kelola dana tersebut dengan penuh tanggung jawab demi peningkatan produktivitas ekonomi, bukan untuk hal-hal yang bersifat konsumtif belaka. Disiplin mengembalikan pinjaman tepat waktu adalah nafas hidup koperasi.

Nafas bagi keberlangsungan dan likuiditas koperasi sehingga anggota yang lain juga merasakan manfaat yang sama.

Acara peresmian bukan sekadar seremonial, tetapi merupakan simbol kolaborasi, pertumbuhan, dan pengakuan atas pentingnya penguatan ekonomi berbasis kerakyatan di daerah ini. Oleh karena itu ajak Bupati Yohanis mari kita jadikan momentum ini sebagai obor semangat bagi kita untuk bekerja dengan sepenuh hati, bekerja dengan tulus, dan selalu memberikan dampak terbaik bagi kemajuan daerah ini.

Hadir juga pada acara peresmian tersebut : General Manejer KSP Kopdit Pintu Air, Gabriel Pite Sarawetan, S.Si.,M.Ak, Ketua Pengawas ,Bernabas Hening,A.Md, pejabat yang mewakili Dandim 1613 Sumba Barat, Pejabat yang mewakili Kapolres Sumba Barat, Ketua Pengurus KSP Kopdit Pintu Air Cabang Waikabubak, Matius Renda Kadi Ate, bersama staf ,anggota KSP Kopdit Pintu Air, dan undangan lainnya. Proficiat KSP Kopdit Pintu Air. ***

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *