GONGSUMBA.COM || kepastian ketersediaan bahan baku makanan dalam upaya melancarkan proses pelayanan pemenuhan Makan Bergizi Gratis (MBG) SBD menjadi sangat penting. 25/02/2026.
Bagaimana tidak, dengan jumlah penerima manfaat yang begitu banyak, baik itu tingkat TK, SD, SMP, SMA menjadi tantangan tersendiri.
Saat media ini, menemui Ketua kordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan makan bergizi gratis Kristian Lete Boro, dirinya menjelaskan bahwa pihak MBG SBD sangat membutuhkan suplayer bahan baku makanan seperti sayur, daging dan buah-buahan.
Pemilihan ini juga, merupakan bentuk integritas dan komitmen SPPPI SBD dalam menjaga kualitas kesegaran bahan baku makanan dan sekaligus upaya mitigasi keracunan saat di konsumsi oleh penerima manfaat.

Hal ini, juga senada dengan gauangan arahan pembangunan bupati SBD Ratu Wulla, yakni membangun desa menata kota, melalui pemberdayaan petani dengan mengambil peran sebagai Suplayer bahan baku MBG adalah langkah strategis pengembangan ekonomi di daerah pendesaan.
Menurut Lius Kaka (45) warga wejewa selatan, yang juga petani sayur, dirinya mensyukuri adanya kebijakan program yang berpihak pada masyarakat akar rumput, bahkan saat ini ia juga semakin menggeliat menanam varian bahan baku kebutuhan MBG.
“Saya tanam sayur bayam dan kakung untuk MBG, rencana tambah sayur lain lagi, ” Ucap Lius.
Selaras dengan itu, Maria Dewa (35) masyarakat wewewa Barat, turut menyampaikan semangat masyarakat yang melirik peluang ini sebagai lahan bisnis yang menjanji dan meningkatkan pendapatan keluarga ibu rumah tangga melalui program pemerintah ini.
“Kami ramai-ramai tanam sayur dan buah-buah di Sam kampung, ” Timpal Maria Dewa.
Diakhir, Kristian Lete Boro juga menegaskan bahwa kehadiran MBG menjadi sahabat petani. Bahkan manfaat MBG tidak hanya bergulir di ruang kelas. Dapur bergerak, tenaga kerja terserap, petani dan peternak punya pasar yang jelas, UMKM pangan ikut hidup. Perputaran ekonomi terjadi dari desa ke kota.***






