Gongsumba. Com || bupati SBD akhirnya turun tangan untuk meninjau lokasi secara langsung tempat yang viral beberapa hari ini.
Pasalnya pelabelan stigma negatif atas vidio viral tersebut, turut mencoreng pemerintah daerah SBD, hingga menuai kritik tajam yang dinilai oleh parah netisen sebagai tindakan agresif Pol PP terhadap penjual sayur.
Namun berdasarkan pengakuan ibu Paulina Gau Dede pada tanggal (20/02/2026), didepan bupati SBD telah meruntuhkan tembok stigma negatif provokator.
Dalam keterangan Paulina menyatakan bahwa pihak satuan polisi pamong praja, telah mengedepankan sikap bernegosiasi secara persuasif dan humanis saat menemui dirinya.
Tanya Bupati SBD”Kemarin sudah disosialisasi,”
Jawab Paulina ” Sudah Kemarin,”
tanya Bupati lagi “ada yang kekerasan kemarin,”
Jawab Paulina “tidak ada mama,”
Tidak hanya itu dalam bedah lapangnya, bupati SBD mempertahankan status tempat penjualan ibu Paulina Sebagai kios atau rumah tinggal. terbukti dan meyakinkan itu adalah tempat usaha.
“Ini kios bukan rumah tinggal mama” Ucap Ibu Paulina saat ditanya Bupati SBD
Dalam keterangan resminya saat peninjauan, Ratu Wulla membantah segala layang tuduhan yang mempersulit ataupun melarang penjual keliling dan masyarakat kecil, bahkan dirinya mensuport parah penjual sebagai bagian penggerak roda perekonomian SBD.

Lebih lanjut, bupati SBD Ratu Ngadu Bonu Wulla, juga mensosialisasikan dan mengedukasih regulasi Perda, tentang penertiban pedagang di atas trotoar kepada ibu Paulina Gau Dede secara runtut perpointnya.
Diakhir, sosok Bupati perempuan pertama, sekaligus pengiat mentos tik tok life, memboyong beberapa barang dagang ibu Paulina Gau Dede, sebagai bagian bentuk dukungan nyata Pemda kepada pedagang sayur.***






